Suryo Seafood

Lunch time! Ganya time! Kali ini Superdut akan bertualang bersama sahabat-sahabat menjelajahi Gelap Nyawang Street. *beuhh kesannya bertualang padahal ya musti makan siang aje* Tujuan kali ini adalah Suryo Seafood atas permintaan salah satu sahabat yang menginginkan makanan enak, murah, meriah tanpa sayur :p

Suryo seafood yang berjarak kurang lebih 100 meter dari kampus, merupakan tempat makan yang menjual berbagai macam menu seafood *yaiyalah, namanya nya aja suryo seafood* -_-” .

Kira-kira beginilah tampak depan warung Suryo Seafood, bersebelahan dengan Warung Asmad (yang akan kita bahas nanti nanti)


Menu di Suryo Seafood banyak sekali, ga smua tentang seafood sih. Ini dia menu nya,, ga keliatan yah,,maaps deh.. hohohohoho..

Ntah apa menu andalannya, kali ini superdut ikut-ikutan temannya, mencari menu tanpa sayurrr *jangan di tiruuu* yaitu Udang Saus Padang..


Mari kita review satu persatu makanan yang dimakan oleh sahabat dut:

Nasi Gila: “Gw kayak makan semur sayur, isinya kecap smua, manisss bangettt”
Omlete Banyumas: “Ya biasa lah, isinya telor di gulung dengan isi sosis, jamur, dll”
Omlete Beef: “Bagi saya ini biasa saja.. cuma tumisan daging, sosis, sayuran dan dibungkus telur dadar”
Udang Saus Padang: “Favorit gw nih, udang goreng tepung renyah, porsi udang nya banyak, porsi nasinya banyak, saos padangnya biasa aja sih, tapi dari pada ga ada saos2an, mending lah..”
Jus Capucinno (seriusan disebut jus loh sama yang jual, mungkin karena di blender, jadi dibilang jus): “enyakk.. murah lagi.. hohoho”

Overall, lumayanlah makan di Suryo Seafood ini, bolelah di ulang-ulang makan disini, tapi menu nya harus selektif sih.. Yang jelas udang saus padang tidak mengecewakan.. :p

Hasil Penilaian Versi Superdut:
Nama : Suryo Seafood
Lokasi : Gelap Nyawang
Kategori : Warungan
Nilai Ukuran (porsi) : 5/5
Nilai Harga : 4/5
Nilai Rasa: 3/5

to be continued…

Ngopdul Juanda

Tumpukan tugas tak lepas dari gaya hidup seorang mahasiswa, tak lain halnya dengan Superdut. Ditengah kepenatan mengerjakan tugas kuliah yang rasanya tiada pernah berakhir, teman bulat kecil nya mengajaknya untuk belajar sembari nongkrong. *biar jadi anak gawul gituhh* Dipilihlah sebuah tempat nongkorng terkenal dibandung, karena saking banyak nya toko ini di pengkolan2 bandung, namanya Ngodul. Yang dipilih adalah Ngopdul Juanda, karena *sepertinya* hanya di ngopdul inilah terdapat menu Burger..

Sebelum belajar dimulai, pesen2 dulu dongs,, nih menu burger nya:
Classic Cheese Burger Rp 19.000
Beef or Chicken Teriyaki Burger Rp 19.000
Beef Black Pepper Burger Rp 19.000
Beef Mushroom Burger Rp 19.000
BBQ Chicken Burger Rp 19.000
Smoked Beef & Cheese Burger Rp 19.000
Chicken Finger Burger Rp 19.000
Fish Burger Rp 21.000
Salmon Burger Rp 25.000

Superdut si pencinta keju dengan pastinya memilih Clasic Cheese Burger. Ketika pesanan datang, hati superdut riang gembira, karena Burgernya disajikan dengan kentang dalam sebuah piring..


Sudah timbul ekspektasi rasa yang mantaps dari burger tersebut. Namun sayang sekali. Rasa burger tersebut secara keseluruhan biasa sekali. Roti, daging, keju, dan ukurannya termasuk biasa lah.. Agak sedih si Superdut. Tak apa,, perjalanan pencarian burger masih panjaanggg.. Jangan menyerah.. :D

Hasil Penilaian Versi Superdut:
Nama : Ngopdul Juanda
Lokasi : Jl. Ir. H. Juanda (Dago) No.57
Kategori : Burger Cafe
Nilai Ukuran : 3/5
Nilai Harga : 3/5
Nilai Penyajian : 3/5
Nilai Roti & Daging : 3/5


to be continued…

Sabana

Bulan Oktober sudah memasuki tanggal-tanggal akhir, bagi para pekerja kantoran, kisaran tanggal segini adalah tanggal bahagia, payday week!. Tapi buat mahasiswa, tanggal segini adalah tanggal genting, karena uang saku sudah mendekati batas bawah (beberapa sudah defisit). Itulah keadaan yang dialami Superdut. Uang saku dari orangtua sudah hampir habis. Meski begitu, tidak membuat Superdut putus asa untuk mencari makanan enak di lingkungan sekitarnya. Dimulai dari lingkungan kampusnya yang terletak di Jalan Gelap Nyawang atau yang terkenal dengan sebutan Ganya.

Ketika sedang kerja kelompok di salah satu ruang belajar dikampus, teman satu sindikatnya (kelompok.red) datang dengan membawa bungkusan dengan aroma menggoda. Dasar si Superdut insting makanannya super tinggi, langsung lah dia tanya ke sang teman.

Superdut: “Eh, bawa apaan tuh ? enak bener baunya!”
Teman1: ” Nih tadi beli Sabana di depan”
Teman2: ” Hah,, Sabana? Apaan tuh?”
Teman1: “Whaatss.. lo ga tau Sabana? Anak kost-an bukan sih lo?? Bukan anak kostan klo ga tau Sabana!”
Teman2: “Lah emang gw ga tau..”
Teman3: “Buat anak kostan yang mau makan KFC tapi ga ada duit, nah Sabana ini lah yang rasanya paling mendekati tapi dengan harga murah!”
Superdut: “Seriusannn looo??” (diotaknya langsung bikin rencana musti beli sabana, tapi ga pake nasi, nasinya bawa dari rumah *pengaruh kondisi dompet*)

Nah, keesokan harinya, Superdut sudah berbulat tekad membuktikan hipotesis temannya mengenai kemiripan rasa Sabana dengan ayam gorengnya sang kolonel. Begitu sampe di gerai Sabana, arah pandangan Superdut langsung ke daftar harga:

Dada / Paha Atas : Rp 6.500
Sayap : Rp. 5.000
Nasi : Rp. 3.000

Dibelilah potongan ayam yang paling besar. Dibawa lah ayam tersebut ke kampus dan langsung disantap dengan lahap. Ayamnya krispi beratss.. saking krispi nya, daginnya ikutan krispi a.k.a agak keras. Tapi berhubung Superdut pencinta yang krispi-krispi, puaslah dia dengan Sabana Fried Chicken. Apalagi kalau disajikan hangat. Dibanding dengan fried chicken pinggir jalan yang pernah dicoba Superdut, ini sih yang saat ini paling mendekati KFC. Asal ayam yang dipake bukan tiren aja sih..

Hasil Penilaian Kelas Fried Chicken Pinggir Jalan
Ukuran : 4/5
Harga : (blom pnah banding2)
Rasa : 4/5

to be continued …

nga BURGER heula (on delivery)

Pada suatu hari, ketika perkuliahan sudah selesai, salah seorang teman yang sedang berulang tahun beberapa hari lalu membawakan sebuah kotak untuk masing-masing kelompok di kelas. Senanglah hati Superdut, karena memang sudah dekat dengan waktunya makan siang, dan mungkin nanti tidak perlu makan siang.. hohohoho

Ketika dibuka, isi kotak tersebut adalaahhhh.. jreng jrengggg… Burger terbesar yang baru pernah dilihat oleh superdut.

Burger itu dipotong bentuk segitiga menjadi enam bagian seperti layaknya pizza. Karena sudah lapar tak terkira, langsunglah di sambet potongan burger segitiga itu..

Sensasi pertama yang dirasakan adalah, saos mayo nya cukup berlimpah, keju nya pun berasa sekali. Ketika daging burger digigit, terasa kekenyalan sekaligus kelembutan dan rasa khas daging burger tersebut. Lalu diantara kuatnya rasa mayo dan keju, terselip kesegaran rasa nanas yang membuat keseluruhan rasanya menjadi seimbang. *bukan promosi lowh yaa..*

Tersihir dengan kenikmatannya, Superdut segera mendatangi temannya untuk menanyakan detail mengenai burger tersebut. Yap, itu adalah Nge-BURGER-Heula, merupakan salah satu burger lokal yang terletak di JL.Burangrang. Si teman superdut dengan baik hati memberikan flyer daftar harga.. cekidot..


Yang dinikmati oleh superdut adalah BIGRULS. Superdut berjanji dalam hati suatu saat akan mendatangi tempat burger tersebut di jalan Burangrang dan menikmati BIGRULES seorang diri (mungkin ga yahhh..??), kita lihat di episode-episode berikutnya

Hasil Penilaian Versi Superdut:
Ukuran : 4/5
Harga : 5/5
Penyajian : 2/5
Rasa Daging : 3/5
Rasa Roti : 2/5

to be continued…

Why Burger?

Terinspirasi dari drama serial “How I Met Your Mother” Season 4  episode 2 dengan judul, The Best Burger in New York, Superdut jadi kepingin  juga nyari Best Burger in Bandung. Burger yang dipingin-in untuk  dicoba bukanlah burger franchise internasional kyak McD ato BK,  tapi lebih ke burger lokal ato burger resto and cafe. Sebenernya ngebayanginnya sih  burger porsi jumbo yang disajikan  dengan kentang dalam satu piring, kira-kira seperti iniii..

Nah sebelum bisa menentukan burger yang enak itu seperti apa,  marilah kita simak beberapa parameter burger enak versi  beberapa responden:

Specimen 1 : “Burger itu intinya di dagingnya, harus tebal, juicy,  dan dipanggang secara tepat”

Specimen 2 : “Yang Penting Halal”

Specimen 3 : “Roti nya musti garing dan dressingnya banyak”

Specimen 4 : “Yang penting makan nya ada “temennya”..  kamu mau nemenin saya??” *looh*

Itu dia parameter-parameter yang ditentukan oleh responden seadanya.  Nah mari kita mulai perjalanan mencari best burger in town.

Btw… Bagi yang punya referensi tempat burger andalannya, sila berbagi komentar disini, nanti Supedut and the genx akan satroni tempat burgernya,, :D

Salam,

WELKOM

Selamat Datang, selamat bergabung..

superdut

welkom

Horee.. blog pertama ini akhirnya lahir juga.. *ketinggalan jaman betul* Yah.. lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali bukan? ya ya ya?

Blog dibuat karena ingin mendokumentasikan perjalanan si Superdut, sang tokoh utama, untuk mencari makanan enak di kota Bandung. Mumpung masih satu tahun lagi sebelum lulus dia..(aminnnnn). Dimulai dari burger lokal yang ada dibandung! Yah,, sedikit demi sedikit menyisihkan uang saku untuk icip-icip burger di bandung ini,, mulai dari burger pinggir jalan sampai burger yang dijajakan di cafe-cafe..

Selain burger, Superdut juga akan berburu fish n chips, sushi, dan lainnn sebagainya..

The journey begins.. Prepare your belly,,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.